JAKARTA- Bayu (2) balita yang turut jadi tindak kekejaman Wowon Cs menjadi salah satu dari sembilan korban yang dibunuh. Alasan di balik balita umur dua tahun itu dibunuh agar Wowon alias Aki (65) bisa mendapatkan kesuksesan di kemudian hari. Wowon memerintahkan Duloh untuk membunuh Bayu.
Bayu merupakan anak kandung Wowon hasil pernikahan dengan Ai Maemunah dan sudah bercerai. Namun Maemunah juga menjadi korban pembunuhan Wowon Cs.
“Hasil pemeriksaan pengakuan Wowon adalah untuk memberikan kesuksesan yang lebih lagi,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Selasa (24/1).
Tersangka Wowon memang kerap kali menebar janji berkedok supranatural kepada korbannya agar dapat menggandakan uang korban yang dibujuk menjadi kaya. Namun usai bujuk rayunya, korban yang kerap kali menagih justru berakhir dengan merenggang nyawa.
“Kalimat yang diucapkan kesuksesan berkarir pada tentunya kemampuan supranatural yang selama ini disampaikan,” imbuh Trunoyudo.
Kendati demikian, dirinya menegaskan akan tetap menggali lebih dalam lagi keterangan dari para pelaku. Terlebih dirinya tidak membenarkan aksi mencapai kesuksesan dengan mengorbankan nyawa seseorang.
“Namun apapun alasan pembenaran tidak ada alasan pembenar dan ini bahkan jadi pertimbangan penyidik untuk diajukan ke criminal justice system daripada proses pengadilan,” pungkas Kabid Humas Pold Metro.
Sebelumnya, Polisi mengungkap fakta pembunuhan berantai di balik sekeluarga tewas di Ciketing Udik, Bantargebang, Bekasi. Tiga pelaku atas nama Wowon Erawan alias Aki (60), Solihin alias Duloh (60) dan Dede Solehudin (36).
Ketiganya, tega meracuni para korban yang rata-rata masih mempunyai hubungan keluarga dengan mereka. Motifnya, mereka ingin menutupi penipuan berkedok supranatural dengan iming-iming menggandakan uang.
“Sebagian besar korban sebagian besar berasal dari family tree dari para tersangka, istrinya, mertuanya, anaknya,” kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi melalui keterangannya, Jumat (20/1).
Berikut 9 daftar korban tewas di Bekasi-Cianjur:
Cianjur:
1. Wiwin, seorang warga Cianjur, istri pertama Wowon sekaligus anak dari Noneng
2. Noneng, seorang warga Cianjur mertua dari Wowon dan ibu dari Wiwin. Jasadnya dikubur di rumah Solihin dan satu liang lahat dengan Wiwid.
3. Farida, seorang warga Cianjur yang berprofesi sebagai TKW. Ia juga tewas saat menagih hasil penggandaan uang. Jasadnya dikubur di rumah Solihin.
4. Bayu (2) ia merupakan anak Wowon dan istrinya, Ai Maimunah
5. Halimah, istri siri Wowon yang juga ibu dari Ai Maimunah.
Bekasi:
1. Ai Maimunah (40) istri siri Wowon.
2. Ridwan Abdul Muiz (20) mantan suami Maimunah
3. M Riswandi, anak Maimunah dan mantan suaminya.
Garut:
1. Siti, TKW yang mayatnya hanyut dan ditemukan. Ia tewas ditangan Noneng atas perintah Wowon saat menagih hasil penggandaan uang.(*)