NTT – Setelah 10 orang warga dilaporkan menjadi korban gigitan anjing rabies, seluruh warga Desa Fenun di Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) diisolasi.
Bupati Timor Tengah Selatan, Egusem Pieter Tahun mengatakan, dari 10 korban yang digigit anjing, satu orang dilaporkan meninggal dunia.
“Benar kasus rabies. Yang meninggal satu orang. Seluruh korban digigit anjing sebanyak sembilan orang. Kondisi minggu lalu dan lokasinya sudah diblok,” kata Pieter, Selasa (30/5/2023).
Pieter mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait kondisi sembilan korban lainnya dan tempat mereka dirawat. Lantaran belum mendapatkan informasi terbaru dari petugas Dinas Peternakan TTS di lapangan.
“Kadis Peternakan sementara di lapangan jadi besok baru tahu informasinya. Kami juga saat ini tengah berupaya melakukan vaksinasi populasi anjing di Desa Fenun,” ujar dia.
Menurut Pieter, ternak anjing di wilayah tersebut tidak boleh keluar. Anjing yang dibawa atau datang dari luar pun tidak diperbolehkan masuk ke Desa Fenun.
“Tidak boleh membawa ternak anjing keluar masuk Fenun. Anjing-anjing yang ada akan divaksin,” tutupnya.
Sebelumnya, Setelah daratan Flores, kini Rabies menyerang daratan Timor. Balai Veteriner Denpasar Bali mengumumkan hasil sampel organ anjing yang dikirim Dinas Peternakan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) positif rabies.
Satu orang warga Desa Fenun, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten TTS berinisial AB (45) dilaporkan tewas usai digigit anjing. Sampel organ anjing pun dikirim ke Balai Veteriner Denpasar Bali dan hasilnya positif rabies.