“MinyaKita udah langka dari dua bulan ke belakang karena pasokan dari pabriknya gak ada. Konsumen, banyak yang nanyain terus MinyaKita, tapi dari pabriknya kan sudah gak ada. Jadi ada kelangkaan,” kata Cecep Waryana, pedagang minyak goreng di Pasar Kosambi.
Selain langka, MinyaKita juga mengalami kenaikan harga dalam beberapa bulan terakhir. Dari Rp14.000 naik menjadi Rp15.000 hingga kini Rp16.000 per liter.
Warga pun akhirnya banyak berpindah ke minyak curah dibandingkan Minyak Kita.
Heni Marlina (49), warga Kota Bandung, mengatakan, Minyak Kita saat ini sudah sulit dicari. Dia pun akhirnya membeli minyak dengan merek lain dan lebih mahal.
“Sekarang cari MinyaKita susah banget ya. Nyari di setiap toko juga pada kosong, supermarket juga kosong. Harapannya ada lagi ya supaya kita bisa membelinya dengan gampang pengeluaran juga lebih sedikit,” tandasnya.(*)