BPP Secang Gandeng Dinas Pertanian Magelang Gelar Sosialisasi Pembuatan dan Pemanfaatan Pupuk Organik

  • Bagikan
BPP Secang Gandeng Dinas Pertanian Magelang Gelar Sosialisasi Pembuatan dan Pemanfaatan Pupuk Organik. (Foto/ist)

MAGELANG- Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Secang bersama Dinas Pertanian Kabupaten Magelang, Jawa Tengah menggelar sosialisasi pembuatan dan pemanfaatan pupuk organik biosaka, Selasa (14/3/2023).

Kegiatan ini dilaksanakan di aula Balai Desa Madusari, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.

Kegiatan tersebut dihadiri Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Ade Sri Kuncoro, Kepala Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tani pangan dan Holtikultura Kementrian Pertanian Suharyanto serta jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Magelang.

Peserta mengikuti kegiatan sosialisasi cara pembuatan dan pemanfaatan pupuk organik biosaka.

Suratna selaku Kordinator Badan Penyuluhan Pertanian Kecamatan Secang mengatakan pihaknya bersyukur kegiatan ini mendapat sambutan masyarakat serta support dari pemerintah.

“Allhamdulilah hari ini saya berterimakasih kepada Ibu Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian kabupaten Magelang yang ikut hadir menyaksikan acara sosialisai pembuatan dan pemanfaatan pupuk Biosaka, juga kami ucapkan terima kasih kepada perwakilan desa, kepala Gapoktan se kecamatan Secang,” ujarnya.

BACA JUGA :  Tindaklanjuti Keluhan Warga Terkait Pemasangan Pipa JDU, Dr. Nurdin Minta PDAM Percepat Pekerjaan

Sementara, Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Ade menyampaikan, Biosaka Ini digerakkan oleh Kementerian Pertanian mulai tahun 2022.

“Biosaka ini merupakan hasil temuan seorang petani muda Mohammad Anzar dari Blitar, mulai tahun 2006 dia sudah meneliti berbagai macam tanaman-tanaman atau rumput-rumput yang ada di sekitar kita yang ternyata bisa memberikan efek tumbuh suatu tanaman. Kandungannya sendiri terdapat Hormon auksin, giberilin, sitokinin, dan lain lain,” ujar Ade.

“Untuk Kabupaten Magelang terutama para petani untuk bisa membuat pupuk organik Biosaka sendiri, yang bahan bahannya bisa ditemukan di sekitar kebun dan bahan lainnya juga tidak sulit, semua ada di sekeliling kita. Ini adalah salah satu solusi untuk para petani yang selama ini kesulitan mendapatkan pupuk,” jelasnya lagi.

BACA JUGA :  Pj Bupati Letakan Batu Pertama Pembangunan Embung Perum Sudirman

Ade berkeyakinan jika petani sungguh-sungguh mau beralih dari pupuk non organik ke organik, maka hasil pertanian baik padi dan hoktikultura bisa meningkat. Hal ini sudah dibuktikan di beberapa daerah terutama di Blitar, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sementara itu, Baha Udin salah satu perwakilan petani Desa Krincing, Kecamatan Secang, berharap dengan mengikuti kegiatan ini bisa menambah pengetahuan dan skill dalam mengolah pupuk unutk meningkatkan hasil pertanian.

“Saya sangat berharap kepada Dinas Pertanian untuk segera mengaplikasikan dan mendampingi para petani dalam pembuatan pupuk biosaka Ini, biar saya sebagai petani bisa menanam dengan hasil yang bagus,” ujarnya.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Verified by MonsterInsights