JAKARTA- Ketika hendak memutuskan untuk mengonsumsi suplemen, maka faktor usia akan menjadi sangat penting. The National Institute on Aging AS mengungkapkan, suplemen makanan mungkin memberikan manfaat untuk segala usia, tetapi itu juga memberikan efek samping yang tidak diinginkan.
“Suplemen makanan memiliki efek samping yang tidak diinginkan, seperti interaksi obat resep yang tidak aman. Itu juga tidak dapat memberikan manfaat sama sekali,” tulis lembaga itu dilansir laman Eat This Not That, Kamis (4/8/2022).
Saat tubuh berubah, maka kebutuhannya juga akan berubah, sehingga penting untuk memahami suplemen mana yang harus dikonsumsi pada tahap kehidupan dan mana yang dapat membuat perbedaan besar dari segi kesehatan.
Para ahli mengungkapkan suplemen mana yang harus dihindari setelah mencapai usia 50 tahun:
1. Zat besi
Clearing Chief Medical Officer, dr Jacob Hascalovici, mengatakan suplemen zat besi dapat bermanfaat bagi penderita anemia, tetapi manfaat itu menurun dengan cepat bagi perempuan setelah usia 50 tahun. Faktanya, suplemen ini mungkin bisa meningkatkan risiko Alzheimer dan penyakit jantung.
“Jadi disarankan untuk menghindarinya setelah usia 50 tahun atau lebih. Tembaga dan zat besi dapat ditemukan di beberapa daging, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian,” ungkap dr Hascalovici.
2. Makanan kemasan dengan tambahan vitamin dan mineral
Apoteker di Ella Community Pharmacy, Becca Rhoades, mengatakan setiap orang membutuhkan dosis multivitamin harian, tetapi apa pun itu jika berlebihan maka dapat berbahaya. Kelebihan vitamin B6 dapat menyebabkan masalah neurologis seperti ketidakseimbangan dan neuropati perifer.
“Suplemen bawang putih, suplemen jahe, dan sejenisnya, dapat meningkatkan risiko pendarahan pada mereka yang sedang mengonsumsi pengencer darah. Kelebihan vitamin A seiring bertambahnya usia, dapat menyebabkan keracunan dan meningkatkan risiko osteoporosis,” kata Rhoades.