GIANYAR – Sejumlah sawah dan perkebenunan petani di Kawasan Tukad rusak akibat ulang monyet liar yang bikin rusuh.
Petani tidak berani menghalau, karena koloni monyet ini sangat agresif dan menantang manusia.
Menurut sumber dari petani mengatakan, serangan koloni monyet ini sedikitnya merugikan 50 lebih petani di kawasan Tukad Siap sampai Tukad Petanu di Desa Buahan, Payangan.
Bahkan sebagian lainnya tidak berani ke tegalan karena kawatir diserang monyet-monyet ini. Karena itu, petani memilh bergerombol jika hendak mengecek kebunnya.
Petani hanya bisa pasrah mendapati tanamannya sedang berbuah dan akan dipetik, namun kawanan monyet lebih dulu melakukan panen.
“Apa saja dimakannya, pisang, salak, jagung dan kacang-kacangan, semua habis sebelum pindah,” ungkap Made Wira Petani di Buahan Kaja dikutip Sabtu (12/3).
Disebutkan, habitat kera di sepanjang Tukad Siap sampai pertemuan dengan Sungai Ayung, Payangan sangat agresif menjarah tanaman pangan. Dikatakannya, serangan monyet-monyet sudah berlangsung sejak 6 bulan lalu.
Awalnya ada beberapa monyet yang menyerang kebun, sehingga tidak menyebabkan kerusakan berarti, namun terakhir ini serangan mengganas.
“Kini, satu koloni jumlahnya puluhan hingga ratusan menyerang kebun dalam semalam,” jelasnya.