Eks Pimpinan KPK Rela Cuti Demi Bela Tersangka Kasus Korupsi

  • Bagikan
Bambang Widjojanto, Eks Pimpinan KPK Rela Cuti Demi Bela Tersangka Kasus Korupsi (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sekaligus mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto (BW) rela mengajukan cuti dari pekerjaanya.

Ia rela cuti karena menerima tawaran sebagai kuasa hukum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Mardani Maming–Bendahara Umum PBNU yang diproses hukum KPK yang saat ini tengah mengajukan Praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

BW beralasan, dirinya mengajukan cuti jika menghadapi kasus besar. Karena menurutnya ada kepentingan yang lebih besar yang harus dipertaruhkan dalam kasus ini.

“Sebabnya dengan terhormat saya mengambil amanah atas penunjukkan dari PBNU,” ujar BW kepada wartawan di PN Jakarta Selatan, Selasa (12/7).

BACA JUGA :  Miliknya Dicaplok 'Mafia' Tanah, Pengacara Denpasar: Kita Adu Data dan Dokumen

Ia juga mengaku rasa hormat dirinya terhadap NU sama besarnya dengan organisasi masyarakat (ormas) Islam lainnya di Indonesia.

Ketika diminta untuk membela Maming, ia menerima tawaran itu sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

“Saya menerima ini sebagai tanggung jawab saya,” kata BW. “Value-nya, kita sedang menegakkan value, saya tidak mengabdi pada kepentingan sepihak, tapi saya mengabdi pada kepentingan value,” lanjut dia.

PBNU menunjuk BW dan eks Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Denny Indrayana untuk mengadvokasi kasus Mardani Maming.

Keduanya hadir dalam sidang Praperadilan di PN Jakarta Selatan, Selasa (12/7). Namun, sidang perdana tersebut harus ditunda selama satu pekan lantaran KPK sebagai termohon absen dalam persidangan. BW menilai alasan KPK meminta penundaan sidang tidak masuk akal.

“Kalau alasannya, yang tadi saya baca itu adalah sedang menyiapkan dokumen, itu memang hak KPK. Cuma, kalau menggunakan akal sehat dan kewarasan, dokumen apa yang sedang disiapkan,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, ia memprotes langkah KPK yang menetapkan Maming sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pemberian izin usaha pertambangan di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, tahun 2011.

Maming merupakan Bupati Kabupaten Tanah Bumbu periode 2010-2018.

“Ini isunya sebenarnya transaksi bisnis kok. Menurut hemat kami dalam sudut pandang kami, ini isu bisnis, transaksi bisnis, underlying-nya itu bisnis,” kata BW.

BACA JUGA :  Gagalkan Peredaran Narkoba, Polisi Sita 2 Kg Sabu dan 943 Butir Ekstasi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Verified by MonsterInsights