Dua Putra
Nabi Ibrahim memiliki dua putra. Keduanya menjadi nabi yakni Nabi Ismail dan Nabi Ishak . Keduanya terlahir dari rahim ibu yang berbeda. Nabi Ismail lahir dari rahim Siti Hajar dan Nabi Ishak lahir dari rahim Siti Sarah .
Sebelum kelahiran kedua anaknya tersebut, Nabi Ibrahim telah melakukan penantian yang cukup panjang, hingga akhirnya dikaruniai dua anak yang menjadi tokoh sentral bagi umat beragama di dunia.
Dalam fase penantian tersebut, Nabi Ibrahim sering berdoa kepada Allah sebagaimana tercantum dalam QS. As-Saffat [37] ayat 100 yang berbunyi:
رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ
“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang saleh.”
Menurut Quraish Shihab dalam Tafsir al-Mishbah, doa ini dilakukan Nabi Ibrahim, karena ketika itu beliau tidak menemukan seorang yang dapat beliau andalkan sebagai penerus-kecuali Luth as.
Beliau berdoa tanpa menggunakan panggilan “Ya/wahai” untuk mengisyaratkan kedekatan beliau kepada Allah:
“Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku seorang anak yang termasuk kelompok orang-orang yang saleh. Maka Kami memberinya kabar gembira bahwa dia akan dianugerahi dengan seorang anak yang amat penyantun.”
Doa kedua yang dilakukan Nabi Ibrahim dalam upaya agar mendapatkan keturunan yang saleh termuat dalam QS. Ibrahim [14] ayat 40-41:
رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاۤءِ ٤٠ رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ ࣖ ٤١
“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku. Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat).”